Senin, 31 Oktober 2022

Ratusan Siswa SD se-Kecamatan Majalaya Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu

Ratusan Siswa SD se-Kecamatan Majalaya Ikuti Festival Tunas Bahasa Ibu

Salahsatu peserta saat mengikuti lomba ‘Tembang Pupuh’ di atas panggung.

KARAWANG, MEDIA JERAT.- Ratusan siswa Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Majalaya, Karawang, tampak antusias dan penuh semangat mengikuti kegiatan seleksi Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) Tingkat Kecamatan Majalaya Tahun 2022, bertempat di kompleks SDN Majalaya I, Rabu (19/10/2022).
Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Korwilcambidik Majalaya, H.Empu Saepudin, M.Pd ini dihadiri para kepala SD se-Kecamatan Majalaya Kabupaten Karawang. 

Dewan Juri saat menilai peserta lomba ‘Tembang Pupuh’ di atas panggung.

H.Empu menjelaskan FTBI ini sebagai upaya menggencarkan revitalisasi bahasa daerah, khususnya bahasa Sunda dengan menyasar generasi muda.
Selain itu, festival ini merupakan media apresiasi kepada para peserta program revitalisasi bahasa Sunda yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari sekolah atau komunitas belajar di tingkat SD, Majalaya.
“Festival ini melibatkan partisipasi guru pendamping, pegiat bahasa Sunda, dan pemerintah daerah. Selain itu, FTBI dilaksanakan sebagai upaya mewujudkan toleransi kebinekaan di Indonesia,”ujarnya, kepada awak media usai membuka kegiatan tersebut.


Kepala Korwilcambidik Majalaya, H.Empu Saepudin, M.Pd

Untuk itu, Kepala Korwilcambidik ini berpesan agar para peserta lomba dan generasi muda harus percaya diri dalam menggunakan bahasa Sunda.
“Bahasa Sunda adalah akar rumput dari budaya yang kita miliki. Jadi kalau kita memegang teguh, akan keren sekali dan kita dipersatukan dengan bahasa Indonesia,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Panitia FTBI Tahun 2022 Kec.Majalaya Nunung Nurjanah, S.Pd menjelaskan, festival ini diikuti dua ratus lebih siswa SD se Kecamatan Majalaya.


Ketua Panitia FTBI Tahun 2022 Nunung Nurjanah,S.Pd (kanan) tampak kompak dalam mensukseskan kegiatan lomba FTBI didampingi Daroji,S.Pd Ketua K3S Kecamatan Majalaya, Karawang.

Peserta mengikuti tujuh mata lomba, yaitu Tembang Pupuh, Maca Sajak, Ngadongeng, Biantara, Maca jeung Nulis Aksara Sunda, Carpon (Carita pondok), dan Borangan (Ngabodor sorangan).
“Jadi acara ini benar-benar variatif dan juga kekinian jenis kompetisinya, sehingga menjadi suatu hal yang bukan hanya untuk melindungi dan merestorasi, tapi juga untuk masuk ke abad yang baru bagi para millenial,” ungkapnya.
“Festival Tunas Bahasa Ibu ini diharapkan dapat memberikan akses bagi para partisipan sehingga nantinya akan semakin bangga menggunakan bahasa daerah. Ini merupakan paradigma yang harus kita dorong ke masyarakat,” imbuh Nunung Nurjanah,S.Pd.(Ikam/Ahas).


Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved