Minggu, 30 Oktober 2022

Terkait Direktur LBH Cakra, Penjelasan BPN Karawang: Tidak Ada Persekusi, Tapi Aksi Saling Dorong

Terkait Direktur LBH Cakra, Penjelasan BPN Karawang: Tidak Ada Persekusi, Tapi Aksi Saling Dorong

Pejabat BPN Karawang saat lakukan klarifikasi di hadapan perwakilan Sepetak dan LBH Cakra.

KARAWANG,MEDIA JERAT.-Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kab.Karawang membantah dugaan persekusi yang menimpa Direktur LBH Cakra Indonesia Hilman Tamimi di Kantor BPN Karawang, pada Senin (3/10) sore hari.
Kasubag Tata Usaha pada BPN Karawang Nurhamzah Adi N menuturkan apa yang sebenarnya terjadi adalah aksi saling dorong antara pengurus Sepetak (Serikat Tani Karawang) dengan petugas BPN Karawang.
"Kebetulan ada (rekaman) CCTV, kami yakinkan tidak ada pemukulan atau persekusi," kata Nurhamzah kepada awak media saat konferensi pers, Selasa (4/10) di kantor BPN Karawang.
Sementara itu, Koorsub Umum dan Kepegawaian pada BPN Karawang, Yanuar Pribadi menjelaskan kronologi terkait kejadian yang terjadi pada Senin (3/10) di Kantor BPN Karawang.
Peristiwa itu bermula saat beberapa anggota Sepetak yang diwakili Mustofa mendatangi kantor BPN Karawang guna menanyakan surat undangan untuk 20 kepala desa, sembari menyerahkan sejumlah berkas.
"Saat dalam proses pembuatan surat, saudara Mustofa melakukan pengejaran, pemaksaan dan melontarkan nada-nada ancaman sehingga terjadi adu mulut dengan Plt. Kepala Seksi Penataan dan Pemberdayaan. Kemudian, Mustofa juga memaksa ingin bertemu pak Kalak dan tindakan tersebut membuat pegawai yang sedang bekerja keluar untuk melihat kejadian tersebut.
Melihat kegaduhan tersebut, para pegawai pria kami menenangkan dan meminta mereka untuk keluar,"ungkap Yanuar.
Sekitar 17.30 WIB, Ketua Sepetak Wahyudin serta Sekretaris Sepetak Engkos Kosasih mendatangi BPN Karawang. Mereka membawa sejumlah massa.
Massa memaksa masuk ke ruangan Kasubag TU yang sebelumnya telah hadir Mustofa dan perwakilan kepolisian.
"Saat datang, mereka mengaku mendapat telepon dari pihak Sepetak, bahwa telah terjadi pemukulan yang dilakukan oleh pihak kami," katanya.
Menanggapi hal ini, kantor BPN Karawang akan menyerahkan bukti rekaman CCTV tentang kondisi kejadian yang sebenarnya,seandainya Hilman Tamimi melapor ke polisi.

Pejabat BPN Karawang foto bersama perwakilan Sepetak dan LBH Cakra, usai klarifikasi.

Dugaan Persekusi, BPN Karawang Sempat Digeruduk Massa
Kantor BPN Karawang sempat digeruduk puluhan massa dari mahasiswa dan pegiat Hak Asasi Manusia (HAM), usai Direktur LBH Cakra Indonesia Hilman Tamimi diduga dipersekusi oknum pejabat BPN Karawang.
Dari pantauan di lokasi aksi pada pukul 21.00 WIB, Senin (3/10), tepatnya di depan gerbang masuk kantor BPN Karawang. Puluhan massa aksi dari elemen organisasi mahasiswa dan pegiat HAM membawa spanduk bertuliskan "Copot Kepala BPN Karawang" seraya menyalakan lilin dan berorasi mengecam dugaan tindak kekerasan pejabat BPN Karawang.
"Copot Kepala BPN Karawang dan para oknum pejabat BPN yang berbuat kekerasan, karena Direktur LBH Cakra merupakan pegiat HAM yang selalu memperjuangkan kemanusiaan dan ini bentuk solidaritas kami," kata Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Karawang, Arief Kurniawan melalui orasinya di depan gerbang pintu masuk Kantor BPN Karawang, Senin (3/10/2022).
Sementara itu, pada pukul 21.30 WIB massa aksi bergerak ke lobi kantor BPN dan hanya terlihat dua petugas pengamanan dan beberapa petugas polisi.
Diberitakan sebelumnya, Dewan Pembina LBH Cakra Indonesia Dadi Mulyadi mengungkapkan kejadian dugaan persekusi oleh beberapa pejabat BPN terhadap Direktur LBH Cakra Indonesia Hilman Tamimi terjadi pada Senin (3/10/2022) sekitar pukul 17.00 WIB di Kantor BPN Karawang saat hearing terkait GTRA.
"Jadi Kang Hilman selaku Direktur LBH Cakra Indonesia tengah melakukan pendampingan (advokasi) bersama Sepetak (Serikat Petani Karawang) terkait GTRA namun dalam diskusi terjadi silang pendapat hingga memicu emosi beberapa pejabat BPN yang kemudian terjadi persekusi terhadap Kang Hilman," kata Dadi saat konferensi pers di kantor LBH Cakra Indonesia.
Adapun bentuk persekusinya, lanjut Dadi berupa verbal dan adanya tarikan dan dorongan.
"Bentuknya itu dari pengakuan Direktur LBH Cakra berupa dorongan, tarikan baju hingga beberapa kancing baju copot dan juga verbal dilakukan kurang lebih 5 pejabat BPN," terangnya.
Menindaklanjuti hal itu, pihaknya akan memproses hukum tindakan tersebut.
"Kami saat ini tengah identifikasi saksi-saksi setelah itu pasti kami akan memproses hukum hal ini karena ini perbuatan laten fasisme yang tidak boleh terjadi apalagi di tubuh ASN," bebernya. (Lilis/Red).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved