Jumat, 04 November 2022

Aktivis Karawang Endang Samsudin Mengaku Prihatin: Menunggu Realisasi Janji Wakil Bupati Karawang, Pembangunan Mushola Desa Sukamerta "Mandek"

Aktivis Karawang Endang Samsudin Mengaku Prihatin:  Menunggu Realisasi Janji Wakil Bupati Karawang, Pembangunan Mushola Desa Sukamerta "Mandek"

Kegiata pembangunan mushola desa, tampak "mandek" setelah berdiri 70 persen

KARAWANG, MEDIA JERAT –
Rawamerta adalah salahsatu kecamatan di Kabupaten Karawang yang dikenal sebagai “Kota Santri”. Tak heran, bila Ahmad Holidin sebagai Kepala Desa Sukamerta bercita-cita membangun sebuah Mushola di samping kantor Pemerintahan Desa yang di pimpinnya.

Ahmad Holidin berharap, dengan adanya fasilitas mushola, seluruh jajaran aparatur pemerintahannya bisa lebih fokus dan nyaman dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kami berharap setelah memiliki mushola desa, pada saat masuk waktu shalat, staff tidak harus jauh-jauh kalau mau melaksanakan sholat berjama’ah. Cukup di mushola desa saja. Sehingga masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan dari aparatur desa tidak harus berlama-lama menunggu,” ucap Ahmad Holidin, saat ditemui awak media belum lama ini.

Sementara itu, berdasarkan pantauan awak media di lokasi, pembangunan mushola diketahui telah berjalan 70 persen. “Sebetulnya pak, kegiatan pembangunan mushola ini bisa dikerjakan dalam waktu lebih cepat, tapi karena masih ada kendala material yang belum siap, sehingga kegiatan pembangunan untuk sementara terhenti,” cetus salah satu tukang yang tidak mau ditulis namanya kepada awak media.

Bangunan mushola desa dalam kondisi siap untuk dipasang lantai granit

Menunggu realisasi janji Wakil Bupati.

Masih di tempat yang sama, hal senada juga diungkapkan seorang aktivis Endang Samsudin kepada awak media. Ia mengatakan, pada saat ada giat Gebyar PATEN di wilayah Kecamatan Rawamerta dan digelar acara “Temu Wicara” di halaman Kantor Desa Sukamerta, Ia mendengar Kepala Desa Sukamerta H. Ahmad Holidin yang biasa disapa Aho menyampaikan keinginannya untuk membangun sebuah mushola dan diamini oleh Wakil Bupati Karawang H. Aep Saepulloh, SE.

“Waktu itu, beliu (Wakil Bupati) berjanji di depan para kepala desa dan para kepala OPD dan tokoh masyarakat yang hadir, Wakil Bupati siap menyumbang Granit untuk lantai mushola dan Kadis PUPR  Karawang H.Dedi Ahdiat siap membantu untuk upah kerja pembangunan mushola,” ujar Endang. Kamis (3/11/2022).

Lanjut Endang, pekerjaan pembangunan mushola desa Sukamerta sudah berjalan 35 hari kerja dan progres sekitar 70 persen, namun untuk upah tukang dan pekerja belum dibayar.

Endang Samsudin, Aktivis Karawang

“Diketahui. Setiap hari sedikitnya
ada 4 orang yang bekerja, perinciannya dua orang tukang dan dua orang kernek jadi total 4 orang x Rp 500. 000 per hari. Bila kita hitung hari kerja 35 hari x Rp 500.000 total upah yang harus dibayar sekitar Rp 17.500.000,” terang Endang.

“Karena kegiatan pembangunan mushola ini demi kepentingan umum dan ada nilai ubudiyahnya juga, kami minta bapak Wakil Bupati Karawang jangan hanya janji saja mau bantu mengirim granit untuk lantai mushola, ukuran 5 m x 6 m total 30 meter persegi, dan juga kepada bapak Kadis PUPR Karawang yang mengaku siap membayar upah kerja agar segera merealisasikan janjinya. Sebab hingga saat ini, kegiatan pembangunan mushola sudah berjalan 35 hari kerja, sepeserpun belum mendapatkan bayaran. Kasihan kan, mereka yang sudah bekerja ini orang butuh dan warga tidak mampu,” pungkas Endang.

Laporan: Hamid Hermawan.

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved