Senin, 13 Februari 2023

Kakek Anak Didik SMK Negeri 1 Rawamerta Mengaku Kaget: Kok, Masih Ada Guru Ringan Tangan?

Kakek Anak Didik SMK Negeri 1 Rawamerta Mengaku Kaget: Kok, Masih Ada Guru Ringan Tangan?

Abah Endang, warga Dusun Cilengka RT 08 Desa Sukaraja Kec. Rawamerta, Karawang.

KARAWANG, MEDIA JERAT – Kasus penganiyaan yang diduga dilakukan oknum guru honorer inisial JA kepada anak didiknya inisial RM, di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Rawamerta, Karawang, tengah jadi perbincangan hangat di tengah-tengah masyarakat.

Abah Endang, kakek RM, saat ditemui awak media di kediamannya, di Dusun Cilengka RT 08 Desa Sukaraja Kecamatan Rawamerta, Senin ( 13/2/2023) kemarin, nampak kaget. Ia seolah tidak percaya, mendengar kabar, bila cucunya mendapatkan kekerasan fisik dari oknum guru di sekolahnya.

“Masa sich. Kok, masih ada guru yang ringan tangan kepada anak didiknya sendiri,” ucap Abah Endang dengan nada heran.

Kepada awak media, Abah Endang membenarkan, RM cucunya saat ini duduk di kelas 10 SMK Negeri 1 Rawamerta.

“Sepengetahuan Abah, kelakuan Cucu saya di rumah itu penurut sama orang tua. Tidak pernah bandel apalagi melawan sama orang tua atau pun sama orang lain,” tuturnya.

Dikatakan Abah Endang, RM bisa naik kendaraan sepeda motor pun setelah masuk SMK.  Saat masih  duduk di SMP cucunya itu tidak pernah mau naik sepeda motor sendiri.

“Pada hari Rabu (8/2/2023) lalu, saat kejadian, RM tidak mengadu perihal adanya pemukulan yang dilakukan oknum gurunya. Cucu saya hanya mengatakan, bahwa topinya ada yang mengambil, dan saya pun mengatakan, iya nanti beli lagi saja,” ujar Abah Endang.

Menurut Abah Endang, tidak sepantasnya seorang guru ringan tangan kepada anak didiknya. Terus terang Abah Endang mengaku mendapat kabar dari para awak media bahwa cucunya ditampar oleh oknum guru.

“Sampai saat ini, belum ada perwakilan sekolah yang menyampaikan permohonan maaf atas perbuatan oknum guru tersebut kepada keluarga RM,” ucapnya.

Lanjut Abah Endang, pesan saya kepada para guru tolong didik dengan baik anak-anak supaya menjadi generasi penerus bangsa yang terbaik. Sekolah pun anak kami tidak gratis. Kami bayar, mulai dari iuran gedung, buku, dan lain-lain,” tutupnya.

Klarifikasi Pihak Sekolah

Saat awak media melakukan konfirmasi ke pihak SMK Negeri 1 Rawamerta, Apip Suhendar salahsatu guru yang mengaku menyaksikan kejadian, menyebutkan bahwa hal itu merupakan kesalahpahaman.

Apip Suhendar, Guru Kesiswaan SMK Negeri 1 Rawamerta.
 

“Telah terjadi kesalahpahaman, sehingga siswa inisial RM menjadi salah sasaran pemukulan yang tidak disengaja oleh JA salah satu pendidik di sekolah kami,” jelasnya. Senin (13/2/2023).

Lanjut Apep, dalam peristiwa itu, ia sedang berada di lokasi dan menyaksikan kejadian pada hari Rabu (8/2/2023) lalu.

“Saat itu, JA tidak sengaja salah sasaran menampar RM yang memang saat itu disuruh oleh JA untuk memindahkan bangku ke tempat pelatihan, tetapi yang disuruh sebenarnya bukan RM,” ujarnya.

“Saat itu, memang betul terjadi penamparan kepada siswa RM di pipi sebelah kanan, tetapi saat itu juga saya mewakili JA dan semuanya meminta maaf langsung kepada siswa itu. Pada saat itu juga tidak ada tuntutan dari RM maupun keluarganya, karena kejadian itu suatu ketidaksengajaan,” terangnya.

Sementara itu, saat dihubungi melalui telepon selulernya, Kepala SMK Negeri 1 Rawamerta, H. Rusli mengatakan,” Saya sedang rapat di KCD Purwakarta. Insya Allah, saya tindaklanjuti, makasih informasinya, pa,” pungkasnya.

 

 

 

(Hamid/Ahas).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved