Kamis, 23 Februari 2023

Ratusan Massa Unjuk Rasa di Depan Kantor Pemda Kab.Karawang, Ace Sudiar: “Batalkan Hibah 10 M, Kembalikan untuk Rakyat Karawang”

Ratusan Massa Unjuk Rasa di Depan Kantor Pemda Kab.Karawang, Ace Sudiar: “Batalkan Hibah 10 M, Kembalikan untuk Rakyat Karawang”

Orasi massa di depan Pemda Kab.Karawang

KARAWANG, MEDIA JERAT - Aksi unjuk rasa ratusan massa yang tergabung dalam Sentral Gerakan Rakyat Karawang (SEGRAK) digelar di depan Pemda Kab.Karawang. Mereka menuntut, Bupati Karawang dr Cellica Nurrachadiana membatalkan pemberian hibah kepada Polda Jabar sebesar Rp.10 M.

Dalam orasinya, massa mendesak Bupati Karawang, segera mengundurkan diri dari jabatannya karena kebijakannya dinilai tidak pro rakyat dan telah menyakiti hati rakyatnya.

Orasi massa di depan Pemda Kab.Karawang

Pantauan awak media di lapangan, aksi massa SEGRAK melakukan longmarch dari halaman Islamic Centre, Al-Jihad, Karawang Barat, menuju kantor Pemda Kab.Karawang, dengan meneriakkan yel yel "Cellica mundur dari jabatan Bupati Karawang".

Setibanya di depan kantor Pemda Karawang, aksi massa melakukan orasi secara bergantian untuk menyuarakan penolakan pemberian hibah Rp 10 M ke Polda Jabar. Kamis (23/2/2023) pagi.

Ketua DPRD Karawang H.Budianto temui massa di depan Pemda Kab.Karawang

Koordinator lapangan SEGRAK, Ace Sudiar, dalam orasinya menolak tegas pemberian hibah Bupati Karawang ke Polda Jabar yang nilainya sangat fantastis.

"Masih banyak permasalahan-permasalahan di Karawang yang membutuhkan anggaran, seperti sarana gedung sekolah yang ambruk, infrastruktur jalan yang hancur," ungkap Ace.

Massa masuki Gedung Paripurna DPRD Karawang

Ace menegaskan, aksi SEGRAK ini, ingin bertemu langsung dengan Bupati Karawang agar dapat menjelaskan terkait pemberian hibah Rp 10 M.

"Kami mendesak Bupati segera membatalkan pemberian hibah 10 milliar tersebut," desaknya.

Menurut Ace, hibah senilai 10 M yang diterbangkan ke luar Karawang itu, setidaknya bisa mencukupi untuk membangun 50 ruang kelas baru, bisa untuk membangun 200 rumah tidak layak huni, bisa untuk menghidupkan 500 kelompok usaha ibu rumah tangga, bisa untuk menyelamatkan 2.500 ibu rumah tangga dari jeratan rentenir (Bank Emok),

Massa gelar "Sidang Akbar Rakyat Karawang" di Gedung Paripurna DPRD Karawang

"Cukup untuk membangun puluhan kilo meter ruas jalan kabupaten dan jalan poros antar desa, dampaknya akan memperlancar kegiatan ekonomi, sehingga manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat," tandasnya.

Merasa kecewa Bupati Karawang tidak dapat ditemui, Aksi massa SEGRAK terus bergerak dari pintu gerbang Pemda dilanjutkan ke gedung DPRD Karawang dengan menggelar sidang rakyat di dalam gedung Sidang Paripurna DPRD Kab.Karawang.

Dadan, Inisiator SEGRAK

Saat dikonfirmasi awak media, Dadan menegaskan, sedikitnya ada 3 tuntutan aksi massa SEGRAK yang ditujukan ke Bupati Karawang, yakni: 1. Batalkan hibah ke luar wilayah Karawang; 2.Kembalikan dana hibah ke kas daerah Kabupaten Karawang, sebesar besarnya untuk kesejahteraan rakyat Karawang; dan 3.Jika dua tuntutan di atas tidak dikabulkan, rakyat akan menyatakan'mosi tidak percaya dan mencabut mandat'.

Terkait aksi massa hari ini, inisiator SEGRAK ingin mendengar langsung penjelasan dari Bupati Karawang sebagai pihak yang menandatangani APBD.

Dikatakan Dadan, SEGRAK merupakan aliansi lintas partai, lintas generasi dan lintas element masyarakat untuk menuntut dana Rp 10 M yang diserahkan Pemda di luar institusi Karawang.

"APBD itu pendapatan yang bersumber dari Pajak tanah dan masyarakat Karawang, jadi seyogyanya dialokasikan untuk rakyat Karawang," cetusnya.

"Silahkan, kalau mau diberikan ke wilayah lain, dengan catatan jika kebutuhan kebutuhan untuk rakyat Karawang sudah terpenuhi semua," sambungnya.

Dijelaskan Dadan, aksi massa ini tidak ada kepentingan politis. Gerakan ini murni beranjak dari kegelisahan masyarakat Karawang yang dtimpakan kepada pihak pengelola uang rakyat.

 

 

(Tim Jerat ).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved