Senin, 20 Februari 2023

Tingkatkan Kapasitas dan Literasi Wartawan, Rumah Sakit Izza Cikampek Kerja Bareng Sejumlah Pemimpin Redaksi Gelar Diklat Jurnalistik Kesehatan

Tingkatkan Kapasitas dan Literasi Wartawan, Rumah Sakit Izza Cikampek Kerja Bareng Sejumlah Pemimpin Redaksi Gelar Diklat Jurnalistik Kesehatan

Narasumber Diklat Jurnalistik Kesehatan

KARAWANG, MEDIA JERAT
- Guna meningkatkan kapasitas (kemampuan) dan literasi (wawasan) para wartwan terkait dunia kesehatan, Rumah Sakit (RS) Izza, Cikampek, Karawang, melakukan kerja bareng dengan sejumlah pemimpin redaksi (Pemred) media online, menggelar Pendidikan dan Latihan (Diklat) metode karya tulis Jurnalistik seputar dunia kesehatan. Bertempat di Aula RM. Indo Alamsari, BIC Purwakarta, Jawa Barat, Senin (20/2/2023).

Direktur RS Izza, Cikampek, dr. Dik Adi Nugraha SpB

“Diklat ini, bertujuan untuk membekali para wartawan khususnya di Kabupaten Karawang dan Purwakarta dalam hal metode penulisan berita seputar dunia kesehatan,” ungkap Dede Jaenudin, Pemred beritajabar.net sekaligus Ketua Panitia Pelaksana.

Peserta Diklat Jurnalistik Kesehatan

Kegiatan Diklat tersebut, tambah Dede, menghadirkan narasumber dr. Dik Adinugraha, S.Pb., Direktur Rumah Sakit (RS) Izza Cikampek, N.Hartono Pimred beritapembaruan.id sekaligus Dewan Penasihat Serikat Media Siber (SMSI) Kabupaten Karawang, Lassarus Samosir Pemred spiritnews.com dan wartawan senior dari Jakarta Putra Gara.

“Kami berharap, kegiatan pelatihan Jurnalistik Kesehatan ini akan bermanfaat untuk menambah kemampuan dan wawasan bagi para wartawan, terkait dengan pemberitaan seputar dunia kesehatan,” ujar Dede.

Foto bersama Kadis Kominfo Kab.Karawang Wahidin,SE., M.Si

“Kedepannya, para wartawan atau jurnalis, diharapkan bisa lebih bersinergi dengan pemerintah, khususnya bidang kesehatan, agar bisa lebih mensosialisasikan program pemerintah di bidang kesehatan dan menyampaikan informasi tentang kesehatan ke masyarakat luas,”sambungnya.

"Insya Allah, kami akan menggelar pelatihan jurnalistik secara berkesinambungan. Sehingga para wartawan Karawang dapat meningkatkan kemampuan dan wawasannya dalam menulis berita," cetusnya.

Sementara itu, Direktur Utama Rumah Sakit Izza dr. Dik Adi Nugraha SpB dalam sambutannya mengutarakan kesehatan itu terdiri 4 aspek, penyakit, mental, sosial dan ekonomi. Kesehatan selalu berdampak dengan ekonomi, status sosial dan kondisi mental. 

"Untuk saat ini harus kita dorong pemberitaan mengenai kesehatan mental. Karena sudah diprediksi 5-10 tahun ke depan penyakit mental ini menjadi nomor 1 mengalahkan penyakit jantung, kanker dan diabetes," tandas Adi.

Masih di kegiatan yang sama, N. Hartono dalam pemaparannya mengatakan, para wartawan atau jurnalis dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pencari dan penyaji berita harus mengedepankan Kode Etik Jurnalistik.

Menurut Romo sapaan akrab N.Hartono, saat ini masih relatif ada juga teman teman di lapangan yang terkadang mengesampingkan kode etik jurnalistik.

“Mungkin lupa, atau mungkin juga ada faktor lain. Padahal, Kode Etik itu merupakan rambu-rambu kita dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai wartawan," tandasnya.

Saat ini lanjut Romo, sesuai dengan acara Diklat Jurnalistik Kesehatan, hampir jarang jurnalis yang melirik tema-tema di seputar dunia kesehatan.

“Semoga setelah mengikuti Diklat ini, para wartawan dapat lebih mengeksplore lebih dalam lagi dan lebih luas lagi pemberitaan seputar kesehatan,"pungkasnya.

 

 

 

(Aisah/Ahas).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved