Selasa, 07 Februari 2023

Tokoh Masyarakat Tani Rawamerta: Usai Saluran Irigasi Dikeruk, Minta Pemda Segera Perlebar Jembatan BR3 Sukamerta

Tokoh Masyarakat Tani Rawamerta: Usai Saluran Irigasi Dikeruk, Minta Pemda Segera Perlebar Jembatan BR3 Sukamerta

Kondisi bangunan Jembatan BR3 yang sempit dan bolong-bolong

KARAWANG, MEDIA JERAT – H.Karsim, tokoh masyarakat tani di Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang, Jawa Barat, meminta kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Karawang agar segera memperbaiki sekaligus memperlebar Jembatan BR3 yang berlokasi di Desa Sukamerta, Rawamerta. Selasa (7/1/2023).

“Usai dilakukan normalisasi saluran tersier BR3 dan pembongkaran bangunan yang berada di atas saluran tersebut oleh Dinas PUPR Kabupaten Karawang, sebaiknya dilanjutkan dengan perbaikan dan pelebaran Jembatan BR3,” ucapnya kepada awak media Jerat, saat ditemui di kediamannya.

H.Karsim, tokoh masyarakat tani Rawamerta

Dikatakan H.Karsim, permintaan pelebaran jembatan ini, adalah merupakan keluhan atau aspirasi mayoritas warga masyarakat Rawamerta karena kondisi bangunannya sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan wilayah Rawamerta saat ini.

Menurutnya, Jembatan BR3 Sukamerta kondisinya semakin mengkhawatirkan. Padahal jembatan tersebut adalah akses utama penghubung Kecamatan Rawamerta dengan Kecamatan Karawang Timur.

H.Asep Syarifudin Ketua Komisi IV DPRD Karawang dari Fraksi Golkar saat sidak ke lokasi

“Selain sempit, tidak bisa dilintasi kendaran roda empat dari dua arah, juga sudah terlihat rusak di beberapa bagian, sehingga menimbulkan rasa khawatir bagi warga pengguna jalan yang sering melintasinya,” sambungnya.

Hal senada juga dikeluhkan salah seorang tokoh masyarakat setempat, H.M. Zakaria kepada awak media. Ia menyampaikan rasa khawatirnya, karena jembatan irigasi tersebut sudah berusia ratusan tahun, dibangun sewaktu zaman penjajahan Belanda.

Kepala Dinas PUPR Kab.Karawang saat turun melihat kondisi di lapangan

"Sekarang jembatan ini sudah tampak bolong di bagian tengahnya. Perbaikan pun hanya ala kadarnya saja, tidak bisa bertahan lama. Walau pun bangunan jembatan yang bolong itu di tambal beberapa kali dengan aspal oleh Pemda Kabupaten Karawang, tetap saja akan bolong kembali karena di bawah bangunan tersebut terdapat longsoran yang tergerus air sungai,” cetus H.M.Zakaria.

Dengar Aspirasi Petani, Dinas PUPR Kab.Karawang Turun ke Lapangan

Sebelumnya, sempat santer kejengkelan para petani asal Desa Pasir Awi dan Pasir Kaliki Kec.Rawamerta hingga terpaksa menggeruduk Kantor Bupati Karawang guna menuntut perbaikan infrastruktur pertanian. Selasa siang (24/1/2023) lalu.

Pengunjuk rasa menyebut,rusaknya pintu BR3 di Desa Pasir Kaliki berdampak pada bocornya tersier air irigasi.Sehingga pasokan air yang mengairi sekira 800 hektaran sawah menjadi terganggu.

H.Karsim, warga Desa Pasir Awi berujar, selain rusaknya sejumlah pintu pembagi air sawah di Kecamatan Rawamerta, keberadaan warung dan lapak PKL yang berdiri di atas saluran tersier irigasi di sepanjang depan kantor Kecamatan Rawamerta disebutnya menjadi penyebab utama macetnya supplai air sawah menuju Desa Pasir Kaliki dan desa lainnya.

Menyikapi aksi warga, dengan dihadiri Assisten Bidang Pemerintahan Kab.Karawang Hanafi, Kasi Sumber Daya Air Dinas PUPR Kab.Karawang Rambudi dan Ketua Komisi IV DPRD Kab.Karawang Fraksi Golkar, Asep Syariffudin, Kepala Dinas PUPR Kab.Karawang Dedi Achdiat mengatakan Dinas PUPR Kab.Karawang akan segera melakukan upaya perbaikan dengan menurunkan alat berat Bechoe ke lokasi sesuai aspirasi para petani.

Dikatakan Dedi, Dinas PUPR Kab.Karawang akan segera merehab pintu BR3, menormalisasi saluran BR3 kiri 1, melakukan penurapan dan menormalisasi BR3 Kiri2, menurap dan menormalisasi BR3 Kiri3, serta membangun pelebaran jalan dan jembatan BR3 yang berlokasi di Desa Sukamerta.

 

 

(Aisah/Ahas).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved