Jumat, 10 Maret 2023

Combine Amblas, Panen Raya Satu Juta Hektar Dilaksanakan Manual

Combine Amblas, Panen Raya Satu Juta Hektar Dilaksanakan Manual

Kadis PKP Kab. Karawang Asep Hazar (berdiri: kacamata hitam, dari kanan, ke-3) Ka UPTD Rawamerta Aan Heryana (ke-4), foto bersama para pejabat dan pengurus kelompok tani Rawamerta. 

KARAWANG - Gelaran Panen Raya 1.000.000 Hektar se-Jawa Barat, dipusatkan di Kabupaten Indaramayu namun sebagian berveneu di Desa Sukamerta, Kecamatan Rawamerta Kabupaten Karawang dengan jenis padi yang dipanen varietas Inpari.

Acara Penen Raya tersebut dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadis PKP) Ir Asep Hazar, Kepala UPTD Pertanian Rawamerta Aan Heryana, Sekcam Rawamerta Sunadi, Kapolsek AKP M Wasis SH, dan Para PPL se-Kecamatan Rawamerta, serta masyarakat petani setempat.

Areal sawah, lokasi Panen Raya di Desa Sukamerta, Rawamerta. 

Pantauan awak media di lokasi, dari rencana awal, acara panen raya yang  sedianya akan dilakukan dengan mempertunjukan alat mesin panen di tengah sawah, tetapi dilakukan secara manual, karena bagian bawah mesin Combine terbenam lumpur dan tidak dapat dijalankan.

Kepala UPTD Pertanian Rawamerta Aan Heryana membenarkan keadaan mesin combine yang terkendala karena faktor alam. Meski acara panen raya tidak menggunakan mesin combinie, ia mengatakan bahwa selama ini hasil panen padi varietas Inpari, dalam capaian per hektar sekitar 5 ton brutto, dan bobot nettonya sekitar 4,7 ton per hektarnya.

Combine, alat mesin untuk panen padi  tidak difungsikan karena amblas ke dalam lumpur di lokasi. 

“Jika didekati harga jual padi dari petani, saat sekarang, gabah kering pungut harganya sekitar Rp5.200 per kilogram. Harga gabah saat ini ada peningkatan. Jadi kalau penghasilan panen 4,7 ton sampai 5 ton per hektarnya, itu merupakan penghasilan yang seimbang,” turur Aan kepada awak media di lokasi panen raya, Kamis (9/3/2023).

Ia menambahkan, untuk hasil produksi padi itu dipengaruhi juga oleh PH tanah. Jika PH tanah meningkat, maka hasil produksi padinya cenderung meningkat, kalau PH tanah menurun atau rendah, produksi panen padi pun bisa jadi terdampak turun.

Masih di acara yang sama, Kadis PKP Ir Asep Hazar mengemukakan, Panen Raya di Desa Sukamerta Kecamatan Rawamerta saat ini dilakukan secara manual. Soalnya, Mesin Combine sebagai andalan memanen padi yang diturunkan ke sawah mebes ke lumpur dan belum dapat dijalankan.

“Mungkin faktor penyebabnya hujan yang terus-menerus beberapa hari lalu. Areal sawah yang sudah dikeringkan melalui pintu air irigasi, namun lumpur sepertinya belum cukup keras dan tak kuat menopang bobot mesin combine hingga mebes,” katanya kepada awak media seusai penutupan acara Panen Raya di Desa Sukamerta, Kamis (9/3/2023).

“Pada saat Panen Raya Satu Juta Hektar ini, mesin combine hanya sebagai background untuk berfoto-foto. Dan hal ini tidak mengurangi semangat dalam program ketahanan pangan nasional, khususnya di Jawa Barat,” pungkas Asep Hazar.



(Hamid/Ahas).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved