Senin, 13 Maret 2023

Ketua Pakarang, Dudung Ridwan: Kami Sangat Prihatin, Diundang Pada Acara Sosial Kemasyarakatan, Camat Klari dan Kepala Desa Sumurkondang "Kompak Tidak Hadir”

Ketua Pakarang, Dudung Ridwan: Kami Sangat Prihatin, Diundang Pada Acara Sosial Kemasyarakatan, Camat Klari dan Kepala Desa Sumurkondang "Kompak Tidak Hadir”

Khitanan dan Santunan Anak Yatim serta Kaum Du'afa. 

KARAWANG, MEDIA JERAT - Ketua Paguyuban Karawang Tandang (Pakarang), Dudung Ridwan, menyayangkan sikap Camat Klari dan Kepala Desa Sumur Kondang yang tidak menghadiri acara kegiatan sosial pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Forum Masyarakat Sumur Kondang Bersatu (FMSB). Padahal dalam acara tersebut, digelar aksi sosial kemasyarakatan berupa khitanan massal yang diikuti 16 orang anak dan Santunan 183 Anak yatim serta kaum Du'afa. Bertempat di Sekretariat FMSB Desa Sumur Kondang, Klari, Karawang. Minggu (12/3/2023) pagi.

“Kami sudah mengundang seluruh jajaran Muspika, Danramil, Kapolsek maupun Camat,” ungkap Dudung kepada awak media.

Tamu undangan dari Polsek, Koramil, dan tokoh masyarakat Klari

Kapolsek Klari mewakilkan kepada bapak Ali, Babinkamtibmas, begitupun Danramil yang mewakilkan Kepada Babinsa, bapak Suryadi. 

“Tetapi Camat Klari sama sekali tidak ada konfirmasi, dan tidak ada satupun dari pihak kecamatan yang hadir. Padahal undangan sudah saya sampaikan langsung kepada yang bersangkutan,” sesal Dudung.

Ketua Pakarang, Dudung Ridwan

“Sebagai Pembina dari Masyarakat Klari, sudah seharusnya Camat Klari bersifat pro aktif dan peduli terhadap segala bentuk Kegiatan warganya, bukan terkesan tidak peduli, karena ini kegiatan besar dan Camat Klari bisa memberikan pesan positif serta bisa melihat kondisi masyarakatnya,” sambung Dudung

Lebih ironis lagi, menurut Dudung, sikap tak peduli Camat Klari ini diikuti pula oleh Kepala Desa Sumur Kondang. 

Panitia Pelaksana Kegiatan Sosial dari FMSB. 

“Undangan sudah disampaikan, tapi tidak menghadiri kegiatan di lungkungannya sendiri, tak ada satupun Aparatur Desa Sumur Kondang yang hadir, sampai ketua RT nya pun di lingkungan kegiatan tidak terlihat batang hidungnya,” tutur Dudung. 

“Kami menangkap kesan, seperti sudah di komando agar tidak hadir di acara kami. Bahkan lebih miris lagi, Kami mendapatkan informasi jika Kepala Desa sedang berada di rumahnya”, lanjut Dudung dengan nada kecewa.

“Kami heran dengan sikap Kepala Desa Sumur Kondang, dulu waktu masyarakatnya aksi menuntut hak kepada perusahaan, yang bersangkutan melakukan tindakan provokasi dan terkesan memperlihatkan sikap arogansinya. Sekarang ketika masyarakatnya menggelar kegiatan sosial, Kepala Desa Sumur Kondang sama sekali tidak hadir beserta jajaran pemerintahannya. Ada apa?” cetus Dudung penuh rasa heran.

Sementara itu, Wakil Ketua FMSB Ridwan Anwar, mengatakan bahwa dirinya dan Ketua FMSB serta seluruh jajaran, merasa tidak punya masalah apapun dengan Kepala Desa. 

“Kami sudah melupakan masa lalu, dan kami juga dalam hal kepengurusan dan keanggotaan tidak pernah melihat latar belakang, toh masa lalu itu bagi kami adalah ilmu dan pengalaman yang berharga, dan terkait dukung mendukung dalam kontestasi Pilkades, itu hanyalah sebuah dinamika politik dan perwujudan hak warga dalam beremokrasi,” ucapnya.


“Kami sangat menghormati dan menghargai Kepala Desa. Kalau tidak hormat dan tidak menghargai, untuk apa kami repot-repot mengundang yang bersangkutan. Kenyataan seperti ini, ya, kita kembalikan lagi kepada masyarakat, biarkan masyarakat yang menilai, yang penting bagi kami saat ini organisasi bisa tetap berjalan dan bisa dirasakan ada manfaatnya bagi masyarakat Desa Sumur Kondang,” ujarnya.

“Terakhir, satu hal lagi kami dari FMSB menegaskan bahwa kami adalah bagian dari masyarakat Sumur Kondang, yang punyak hak dalam mengawasi dan mendapatkan informasi tentang Kinerja Kepala Desa beserta jajaran Perangkat dan Aparatur Desa,” pungkas Ridwan di akhir pembicaraanya.



(Red) 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved