Senin, 27 Maret 2023

Terkait Pekerjaan Drainase di Dusun Neglasari, Ketua TPK Desa Sukamerta Berikan Penjelasan

Terkait Pekerjaan Drainase di Dusun Neglasari, Ketua TPK Desa Sukamerta Berikan Penjelasan


KARAWANG, MEDIA JERAT – Baru tiga hari dikerjakan Tim Pengelola Kegiatan (TPK) Desa Sukamerta, proyek Drainase (saluran air), volume panjang 150 meter lari, pagu anggaran Rp. 193.200.000,- yang bersumber dari Dana Desa Tahap I Tahun 2023, sepertinya mendapat serangan “opini negatif” dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab.

Menyikapi tudingan ‘miring’ dari pihak tertentu dan di ekspose sejumlah media online yang kemudian disebar melalui gurp Whast up serta jejaring media sosial lainnya tersebut, Ketua TPK Desa Sukamerta, Muhlisin, menggelar Rapat Khusus beserta anggota dengan dihadiri tokoh masyarakat Dusun Neglasari, di ruang kerja LPM Desa Sukamerta. Senin (27/3/2023) pagi.


Dalam rapat tersebut, Muhlisin menyampaikan beberapa hal terkait opini negatif yang di ekspose sejumlah media online, yaitu:

1.    Informasi volume pekerjaan tidak jelas;

2.    Pengerjaan proyek Drainase asal jadi;

3.    Pengerjaan Drainase tidak diplester;

4.    Pasangan pondasi batu belah dipasang di atas lumpur;

5.    Lumpur tidak diangkat terlebih dahulu.

 “Soal informasi volume pekerjaan pasangan batu Drainase atau saluran air, itu berbeda dengan pasangan batu TPT (Tembok Penahan Tanah) yang sejajar untuk menahan bahu jalan agar tidak longsor. Ketika dicantumkan angka panjang 150 meter, pada papan informasi, artinya bentuk fisik pasangan batu sudah otomatis terdiri atas kanan dan kiri, sehingga bila dihitung menjadi 150 meter x 2 total 300 meter lari,” terang Muhlisin.


“Sebab selama ini, yang saya tahu, setiap ada pekerjaan Drainase atau saluran air, tidak ada pekerjaan fisiknya yang cuma sebelah. Pasti fisiknya selalu berpasangan di sisi sebelah kanan dan sisi sebelah kiri,” tandasnya.

Kemudian terkait tudingan pekerjaan asal jadi, menurut Muhlisin, pada tanggal 21,22, 23 Maret lalu, pekerjaan Drainase itu, baru saja dimulai.


“Kan ada tahapannya, seperti mengangkat lumpur, membuat pasangan pondasi pasangan batu dengan adukan pasir dan semen. Semuanya, perlu proses dan waktu serta ada perbaikan, tidak ujug-ujug jadi. Sebab, kalau pekerjaan pasangan batu dikebut, tidak baik juga, bisa ambruk bangunanannya. Tak heran, bila harus menunggu agak kering, baru pekerjaan dilanjutkan,” tegasnya.

Menyinggung soal tudingan pekerjaan drainase tidak diplester. “Kan, sudah jelas pekerjaan baru berjalan tiga hari, hasil fisik bangunan Drainase baru saja 70 meter x 2 total 140 meteran saat itu. Sebelum fisik bangunan diplester atau di aci, harus menunggu kering dulu. Apalagi, cuaca hujan masih terjadi. Tentu sangat berpengaruh pada proses pengerjaan pasangan batu di lapangan,” jelasnya.


Selanjutnya, untuk tudingan pasangan batu belah ditanam di atas lumpur, menurut Muhlisin, tudingan itu terlalu mengada-ada. Sebab dalam pelaksanaan pekerjaan Drainase/Saluran ini di awasi oleh banyak pihak dan dimandori oleh orang yang berpengalaman dalam pekerjaan konstruksi.

“Banyak pihak yang mengawasi pekerjaan Drainase ini, ada unsur Badan Perwakilan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), Ketua RT dan Kepala Dusun Neglasari, mitra LSM dan Jurnalis yang biasa meliput kegiatan di wilayah Kecamatan Rawamerta,” paparnya.


Terakhir, Ketua TPK Desa Sukamerta ini mengajak kepada warga masyarakat, khususnya warga Dusun Neglasari yang mengusulkan pembangunan Drainase ini dalam rapat Musyawarah Dusun (Musdus) tahun 2022 lalu, untuk bersama-sama mengawal dan mengawasi dalam proses pengerjaannya di lapangan hingga selesai.

“Ayo kita bersama-sama mengawal, agar proses pelaksanaan pembangunan Drainase ini, bisa dirasakan manfaatnya oleh warga. Jangan mudah terpropokasi opini negatif dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab. Apalagi saat ini, mayoritas Ummat Islam sedang menjalankan ibadah puasa, di bulan suci Ramadhan,” tutupnya.

Di tempat terpisah, saat ditemui awak media, Kepala Desa Sukamerta H.Ahmad Holidin,S.Pd menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh pemerhati yang begitu peduli tehadap geliat pembangunan, baik yang sedang maupun yang sudah dikerjakan oleh Pemdes Sukamerta yang mengedepankan "azas manfaat" bagi masyarakat.

“Kami, atas nama Pemdes Sukamerta juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan media cetak dan media online yang senantiasa berkontribusi cukup besar bagi kelancaran program pembangunan yang digulirkan oleh Pemdes Sukamerta,” ungkapnya.

“Kami sangat menghargai rekan-rekan media, yang begitu intens mengawasi dengan berbagai saran dan masukan yang begitu konstruktif. Sekali lagi, atas naman Pemdes Sukamerta, kami ucapkan terimakasih atas perhatiannya yang begitu luar biasa tehadap geliat pembangunan di Desa Sukamerta, terutama kepada awak media yang bekerja secara profesional sebagai mitra pemerintah,” pungkasnya.

 

 

(Red).

 

 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved