Sabtu, 27 Mei 2023

Diduga Tidak Kantongi SPK, Oknum Kontraktor "Terus Kebut" Kegiatan Peningkatan Jalan Kopel di Desa Walahar

Diduga Tidak Kantongi SPK, Oknum Kontraktor "Terus Kebut" Kegiatan Peningkatan Jalan Kopel di Desa Walahar

Kamis (24/05/2023) siang, gelar LPB Batu Bescorse

KARAWANG, MEDIA JERAT – Meski diduga tidak mengantongi Kontrak Kerja dan Surat Perintah Kerja (SPK) dari Dinas PUPR Kabupaten Karawang, oknum kontraktor CV IAS terus kebut kegiatan peningkatan jalan Kopel di Desa Walahar Kecamatan Klari, Karawang.

Hasil pantauan awak media bersama Tim Investigasi LP-KPK Kabupaten Karawang di lokasi kegiatan, diketahui pada hari Kamis (24/05/2023) siang baru gelar LPB Batu Bescorse, kemudian pada Kamis malamnya meski belum dilakukan proses giling basah terlebih dahulu, oknum kontraktor CV IAS langsung melakukan Gelar Hotmix.

Menyaksikan pelaksanaan kegiatan peningkatan Jalan Kopel yang terkesan tidak mengikuti aturan teknis ini, Ketua Komnas LP-KPK Kabupaten Karawang Jaenal Abidin S.Ht mengaku heran dan bertanya-tanya.

Kamis (24/05/2023) malam, langsung gelar Hotmix

“Kok, kegiatan peningkatan jalan Kopel ini terkesan asal jadi. Kenapa LPB Batu Bescorse belum digiling basah dulu, bisa langsung di Hotmix ?” ujarnya kepada awak media.

“Bagaimana hasil pembangunan infrastruktur yang dibiayai APBD Kabupaten Karawang ini bisa berkualitas dan bisa bertahan lama. Jika dalam pelaksanaan kegiatannya, Kontraktor diduga tidak mengantongi SPK dan tidak diawasi oleh Pengawas Teknis dari Bidang Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Karawang. Ada apa ini??” tandas Jaenal dengan nada heran.

Ketua Komnas LP-KPK Kab. Karawang Jaenal Abidin, S.Ht

Sementara itu di tempat terpisah, salah seorang pengurus Asosiasi Jasa Kontruksi kepada awak media mengatakan, bila ditemukan papan informasi di lokasi kegiatan pembangunan tidak ada nomor kontrak kerja, itu mah jelas-jelas oknum kontraktor Curi Star.

“Aneh juga yah. Seharusnya pihak Dinas PUPR Kabupaten Karawang tidak boleh tutup mata atas maraknya oknum kontraktor yang diduga hanya mengejar untung dengan modus curi start kegiatan pembangunan. Sebab aturan yang benar, sebelum memulai kegiatan, kontraktor harus pegang SPK terlebih dahulu yang dilengkapi dokumen RAB dan Spek Gambar, serta di awasi oleh Pengawas Teknis di lapangan, sehingga ada yang kontrol berapa index ketebalan aspal Hitmix yang akan digelar,” ujar pengurus Asosiasi Jasa Kontruksi yang tidak bersedia ditulis jatidirinya ini, kepada awak media.

 

 

(Hamid/Ahas).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved