Sabtu, 15 Juli 2023

Ketua FP2PN Laporkan Dugaan Mark up Pengadaan Alat Musik Tradisional di Disdikpora ke Polres Karawang

Ketua FP2PN Laporkan Dugaan Mark up Pengadaan Alat Musik Tradisional di Disdikpora ke Polres Karawang

Kang Obet saat mendatangi Polres Karawang.

Karawang, Mediajerat.com
- Kasus dugaan mark up pengadaan alat musik tradisional di Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas) Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karawang memasuki babak baru. 

Ketua  Forum Pemantau Pembangunan dan Penyelenggara Negara (FP2PN) A. Tatang Suryadi melaporkan dugaan mark'up pengadaan alat musik tradisional ke Polres Karawang. Kamis (12/7/2023) siang.

Adapun proyek pengadaan alat musik tradisional bermasalah yang dilaporkan ke Polres Karawang yakni proyek pengadaan alat musik tradisional tahun 2019 dengan anggaran DAK Rp 900 juta  dan pengadaan alat musik tradisional tahun 2020 yang menghabiskan  anggaran DAK sebesar Rp 600 juta.

A. Tatang Suryadi yang akrab disapa Kang Obet kepada awak media mengatakan, pihaknya telah melaporkan adanya dugaan penyelewengan dalam pengadaan alat musik tradisional tersebut.

Kang Obet, usai mengirim surat laporan ke Polres Karawang

"Kami berharap pihak kepolisian dapat memeriksa serta dapat mengungkap dugaan mark'up dalam pengadaan alat musik tradisional tersebut hingga terang benderang, " ujar Kang Obet.

Sebagai warga negara kata Kang Obet pihaknya merasa prihatin serta aneh kepada Disdikpora dalam melaksanakan pengadaan alat musik tradisional tersebut.

"Proyek tersebut, terkesan asal jadi dan hanya dijadikan ajang mencari keuntungan bersama oleh oknum pejabat Disdik ," tandasnya.

Bila melihat pakta di lapangan, ucap Kang Obet, proyek pengadaan alat musik tradisional ini diduga tanpa perencanaan yang matang.

Pasalnya, sesuai temuan di lapangan,  alat- alat musik tradisional yang menghabiskan duit negara ratusan juta rupiah itu tidak pernah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Alat musik tradisional seperti goong , kenong, saron, kendang, gambang, kini seperti barang bekas dan menumpuk di gudang-gudang SD, baik itu barang pengadaan tahun 2019 maupun Tahun 2020 lalu, " bebernya.

 "Kita hanya sebatas melaporkan adanya temuan ke pihak polres berdasarkan pakta di lapangan, kita tunggu hasil kinerja penyidik nanti yang bisa mengungkap kebenaran yang sebenarnya jangan sampai ada dugaan-dugaan miring," pungkas Obet. 



(Tim)

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved