Selasa, 11 Juli 2023

Terkait Dugaan Mark up Proyek Pengadaan Alat Musik Tradisional, Ketua MPPN Tatang Obet : Oknum Pejabat Disdikpora Tidak Usah Kasak Kusuk Cari Bekingan

Terkait Dugaan Mark up Proyek Pengadaan Alat Musik Tradisional, Ketua MPPN Tatang Obet : Oknum Pejabat Disdikpora Tidak Usah Kasak Kusuk Cari Bekingan

Kang Obet, Ketua MPPN Kab.Karawang

KARAWANG, MEDIA JERAT – Kabar tak sedap terkait kasus dugaan adanya mark up anggaran dan pungutan liar (Pungli) pada  proyek Pengadaan alat musik tradisional Bidang Dikdas di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga ( Disdikpora ) Karawang Tahun 2019 dan Tahun 2020, tampaknya terus menuai sorotan tajam dari kalangan aktivis Karawang.

Seperti diungkapkan Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat ( LSM ) Masyarakat Pemerhati Penyelenggara Negara ( MPPN ) Kabupaten Karawang, A Tatang Suryadi kepada awak Media Jerat, belum lama ini.

Menurut Ketua MPPN  Kab. Karawang, A Tatang Suryadi yang biasa disebut Kang Obet ini, kasus dugaan mark up  dan pungli pada pelaksanaan Proyek Pengadaan alat musik tradisional Tahun Anggaran 2019 dan Tahun Anggaran 2020 di lingkungan Disdikpora Kab. Karawang merupakan tanggung jawab pejabat yang terlibat dalam Proyek di Bidang Dikdas waktu itu, seperti PPTK, PPHP, PPK, KPA juga PA serta pihak rekanan atau pengusaha bidang barang dan jasa.

Kang Obet menegaskan, walaupun saat ini pejabat-pejabat tersebut sudah pensiun, tetapi dengan adanya kasus dugaan penyelewengan, tidak serta merta pejabat tersebut bisa lepas dari tanggung jawab.

"Pasalnya, pada saat kegiatan pembelian alat musik tradisional seperti goong kaleng, mereka terlibat sebagai pejabat pengadaan kecuali mereka tidak terlibat. Intinya jangan mentang- mentang sudah pensiun bisa lepas tangan, enggak bisa begitu saja. Karena ini menyangkut uang negara, sekecil apapun bentuk penyelewengannya harus dipertanggung jawabkan secara hukum," tegas Ketua MPPN itu.

Bahkan pihaknya, dalam waktu dekat akan segera melayangkan laporan kepada pihak Apatur Penegak  hukum (APH) agar dilakukan penyelidikan dan penyidikan atas kasus tersebut.

"Kami hanya mengingatkan kepada oknum Disdikpora yang selama ini gencar kasak-kusuk cari bekingan, stop saja. Kalau merasa bersih tidak usah risih, " ujar Kang Obet.

Lebih lanjut dikatakan Ketua MPPN, selain akan melaporkan dugaan " Mark up Goong Kaleng" pada proyek Pengadaan alat musik tradisiaonal Tahun 2019, pihaknya juga akan melaporkan dugaan pungli kepada para penerima bantuan pengaadaan alat musik tradisional pada Tahun 2020 lalu.

"Kita sebagai warga negara hanya melaporkan, biarkan nanti penyidik yang akan membuktikan ada tidaknya perbuatan pidana korupsi pada proyek  pengadaan alat musik tradisional di Bidang Dikdas Disdikpora Karawang,  kita  hanya mengawal, dari mulai proses penyelidikan hingga tuntas," pungkasnya.

Seperti diberitakan Infokotanews.com pada edisi 10 Juli 2023 kemarin, adanya dugaan mark up pembelian “Goong Kaleng” pada proyek pengadaan alat musik tradisional di bidang Dikdas Disdikpora tahun 2019, juga tercium adanya pungutan liar kepada sejumlah penerima bantuan barang pada proyek pengadaan alat musik tradisional tahun anggaran 2020.

Perihal dugaan mark up dan pungli pada proyek pengadaan alat musik tradisional, hingga saat ini pihak Disdikpora terkesan enggan memberikan daftar nama serta jumlah sekolah penerima hibah alat musik tradisional tersebut.

Adapun Kabid Dikdas yang saat ini dijabat H.Yani tidak mengetahui karena menurut Yani pihaknya belum masuk ke Bidang Dikdas ,sementara Kabid Dikdas saat itu masih dijabat H.Sopandi, Kasi Sapras Cece dan Kadisdik Karawang dijabat oleh H. Dadan Sugardan. ketiganya saat ini sudah memasuki masa Pensiun.

H. Dadan Sugardan mantan Kadisdikpora Karawang saat di konfirmasi awak media melalui pesan WhatAap terkait pengadaan alat musik tradisonal th 2019/ 2020, malah pilih bungkam. Sementara Cece hanya menjawab, "Saya sudah pensiun Kang," singkatnya. Sementara itu, H.Sopandi hingga saat ini, belum dapat di konpirmasi awak media.

 

 

 

 

 

( Hamid / Red )

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved