Sabtu, 19 Agustus 2023

Disorot Aktivis, Proyek Renovasi Multifungsi P4 Kantor BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Pangkalan Diduga Tak Sesuai Spek

Disorot Aktivis, Proyek Renovasi Multifungsi P4 Kantor BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kecamatan Pangkalan Diduga Tak Sesuai Spek


Karawang, Mediajerat.com -Pelaksanaan Proyek Renovasi Gedung Multifungsi Parpustakaan, Pameran, Peraga dan Promosi (P4) pada Kantor BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kec.Pangkalan Kab.Karawang , Jawa Barat, diduga tak sesuai spek.

Pantauan awak mediajerat.com di lokasi, proyek renovasi dengan sumber  Anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2023 sebesar Rp 139 .963.000 , Proyek tersebut pada pekerjaan struktur dalam pembesian kolom dan ring balk diduga tidak mengacu kepada Spek atau Gambar.


Proyek renovasi gedung Multifungsi Kantor BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Kec.Pangkalan yang dilaksanakan dengan Penujukan Langsung (PL) oleh CV Pratiwi Mandiri Jaya, ternyata tidak hanya satu pelaksana proyek yang mengerjakan dalam satu Kantor BPP/UPTD Pangkalan, tetapi ada juga proyek lainnya yang dilaksankan oleh kontraktor atau CV lain. 

Sementara itu, Proyek Laboratorium Mini BPP/UPTD Pengelolaan Pertanian Pangkalan yang dikerjakan CV. ECBL dengan ukuran 4 m x 4 m, sumber biaya dari Anggaran DAK Tahun 2023 sebesar Rp 89.840 .000 , diduga pada struktur pekerjaan pembesian menggunakan besi ukuran 10 mm, sedangkan dalam Gambar tertera ukuran besi untuk kolom dan Ring balk  beukuran 12 mm dan cincin ukuran 8 mm.

Di tempat terpisah, Ketua Ormas Balad Karawang, Ahmad Muslim kepada wartawan mengatakan, untuk pengerjaan semua proyek Bangunan pemerintah, para rekanan atau kontraktor harus mengacu kepada spek dan gambar.

"Pasalnya, RAB dan Gambar yang dipegang oleh Kontraktor itu, hasil analisa dan perhitungan dari Konsultan atau Perencanaan Dinas terkait. Baik kualitas maupun keamanan gedung atau bangunan tersebut, " tandasnya, saat di konfirmasi di Loby Kantor Kelurahan Nagasari, Kec. Karawang Barat. Jum,at ( 18/8) siang.

"Kontraktor jangan main-main pada pekerjaan pembesian proyek Bangunan Pemerintah, apalagi dengan sengaja mencuri ukuran volume besi, yang seharusnya menggunakan besi 12 mm malah ditukar dengan besi 10 mm, " ujar Ahmad Muslim.

"Kalau itu, memang kontraktor atau pemborong mengurangi ukuran pada besi bangunan, jelas-jelas kontraktor atau pelaksana proyek tersebut hanya sekedar ingin mencari untung banyak dan tidak bertanggung jawab pada kualitas dan keamanan gedung yang dikerjakannya," pungkas Ahmad Muslim.



(Hmd).

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved