Minggu, 17 Desember 2023

Panawaslu Kecamatan Klari Gelar Rapat Bersama PPK Klari

Panawaslu Kecamatan Klari Gelar Rapat Bersama PPK Klari

Panawaslu Kec.Klari rapat bersama PPK Klari, Minggu (17/12) di Sekeratriat Panawaslu Klari, Karawang

Karawang, Mediajerat.Com.-Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat guna menghasilkan pemerintahan Negara yang demokratis berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, sesuai Pasal 1 ayat (2) yang berbunyi, "Kedaulatan berada ditangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar".

Pasal 22E Ayat (1) UUD 1945 menggariskan enam kriteria pemilu demokratis, yaitu langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil. Selanjutnya, UU Pemilu menambah dua kriteria lagi, yakni transparan dan akuntabel.

Merujuk pasal pasal 1 angka 1 UU Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu, Pemilihan Umum, selanjutnya disebut Pemilu, adalah sarana pelaksanaan kedaulatan rakyat yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

Dalam konteks inilah, konsep integritas pemilu menjadi penting karena napas yang menjiwai pemilu adalah politik, yang memiliki sifat dasar "menghalalkan cara untuk mencapai tujuan dan kekuasaan". Adalah tanggung jawab kita semua untuk berperan aktif, tidak hanya penyelenggara pemilu, seperti KPU, Bawaslu, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu, untuk mengonstruksi pemilu berkualitas dan berintegritas bagi kemajuan bangsa.

Berdasarkan PKPU Nomor 3 tahun 2022 tentang Tahapan dan Jadwal Penyelengaraan Pemilihan Umum tahun 2024 saat ini kita memasuki tahapan kampanye pemilu, Dimana kampanye pemilu tersebut dimulai sejak tanggal 28 November sampai dengan 10 Februari 2024. Ketentuan- ketentuan mengenai mekanisme kampanye Pemilu tentunya sudah diatur didalam Undang-undang Nomor 7 tahun 2017 sebagaimana diubah menjadi Undang-undang Nomor 7 tahun 2023 mengenai Pemilu.

Selain di dalam undang-undang teknis penyelenggaraan tahapan kampanye juga diatur dalam Peratuan KPU RI Nomor 15 tahun 2023 sebagaimana diubah menjadi Peraturan KPU Nomor 20 tahun 2023. Kampanye bukan hanya berbicara mengenai cara menyakinkan warga negara untuk percaya dan atau meyakinkan Masyarakat untuk memilih peserta pemilu dengan janji, program, visi-misi dan citra diri.

Kampanye Pemilu merupakan bagian dari pendidikan politik masyarakat dan dilaksanakan secara bertanggung jawab, dengan demikian peserta pemilu, pelaksana kampanye dan tim kampanye dalam melaksanakan agenda kampanyenya harus melaksanakannya searif mungkin, sesuai dengan tata aturan seperti yang sudah ditetapkan oleh Undan-undang, peraturan KPU secara penuh dengan tanggungjawab.

Kampanye pemilu dapat dilakukan dengan beberapa cara sebagaimana yang dijelaskan oleh undang-undang dan peraturan KPU : a. pertemuan terbatas, b. pertemuan tatap muka, c. penyebaran bahan kampanye Pemilu kepada umum, d. pemasangan alat peraga di tempat umum, e. media sosial, f. iklan media massa cetak, media massa elektronik, dan internet, g. rapat umum, h. debat Pasangan calon tentang materi kampanye Pasangan Calon dan i. kegiatan lain yang tidak melanggar larangan Kampanye, Pemilu dan ketentuan peraturan perundangundangan (Pasal 275 UU No.7 tahun 2017).

Selain metode dari kapanye itu sendiri, terdapat larangan dalam pelaksanaan kampanye. Pelaksana, peserta dan tim kampanye pemilu dilarang: a. mempersoalkan dasar negara Pancasila, pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia, Tahun 1945, dan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia, b.melakukan kegiatan yang membahayakan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesiaf, c.menghina seseorang, agana, suku, ras, golongan, calon, dan/atau Peserta Pemilu yang lain, d.menghasut dan mengadu domba perseorangan ataupun masyarakat, e.mengganggu ketertiban umum, f.mengancam untuk melakukan kekerasan atau menganjurkan penggunaan kekerasan kepada seseorang, sekelompok anggota masyarakat, dan/atau peserta Pemilu yang lain, g.merusak dan/atau menghilangkan alat peraga kampanye Peserta Pemilu, h.menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah, dan tempat pendidikan, i.membawa atau menggunakan tanda gambar dan/atau atribut selain dari tanda gambar dan/atau atribut peserta pemilu yang bersangkutan dan j.Menjaniikan atau memberikan uang atau materi lainnya kepada peserta Kampanye pemilu (Pasal 280 ayat 1 UU No. 7 tahun 2017).

Selanjutnya Pelaksana dan/atau tim kampanye dalam kegiatan Kampanye Pemilu dilarang mengikrrtsertakan: a. Ketua, wakil ketua, ketua muda, hakim agung pada Mahkamah Agungng, dan hakim pada semua badan peradilan di bawah Mahkamah Agung, dan hakim konstitusi pada Mahkamah Konstitusi, b.Ketua, wakil ketua, dan anggota Badan pemeriksa Keuangan, Gubernur, deputi gubernur senior, dan deputi gubernur Bank Indonesia, c.Direksi, komisaris, dewan pengawas dan karyawan badan usaha milik negara/badan usahamilik daerah, d.Pejabat negara bukan anggota partai politik yang menjabat sebagai pimpinan di lembaga nonstruktural, e.Aparatur sipil negara, f.anggota Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia, g.Kepala desa, h.Perangkat desa, i.Anggota badan permusyawaratan desa dan j.Warga Negara Indonesia yang tidak memiliki hak memilih (Pasal 280 ayat 2 UU No.7 tahun 2017).

Panwascam Klari

Pada tahapan kampanye pemilu, Panwascam Klari dan PKD se-kecamatan Klari sebagai pengawas pemilu bagian dari Bawaslu Kabupaten Karawang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya melaksanakan pegawasan tahapan kampanye berpedoman pada Peraturan Bawaslu RI Nomor 11 tahun 2023. Salah satu fokus pengawasan yang dilakukan Panwascam Klari dalam beberapa metode kampanye seperti yang sudah dijelaskan di atas yakni Metode pemasangan alat peraga Kampanye (APK), pertemuan terbatas dan pertemuan tatap muka.

Pertemuan tatap muka yang dilaksanakan di luar ruangan ataupun di dalam ruangan dapat dilaksanakan dalam bentuk kegiatan kunjungan ke pasar, tempat tinggal warga, komunitas warga, atau tempat umum lainnya, hampir bisa dikatakan dengan istilah populernya yakni blusukan.

Dengan ketentuan dilaksanakan bukan di tempat-tempat yang di larang, peserta tidak melebihi kapasitas ruangan itu sendiri dan yang paling utama yakni sebagaimana tercantum dalam pasal 32 ayat 1 PKPU No 15 tahun 2023 yakni Petugas Kampanye Pemilu pertemuan tatap muka harus menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia sesuai dengan tingkatannya.

Pertemuan tatap muka dan pertemuan terbatas hampir sama yang membedakan adalah jumlah peserta dalam pertemuan terbatas ada batas maksimal. Jadi metode pelaksanaan kampanye tatap muka atau pertemuan terbatas harus mematuhi aturan yang telah ditetapkan KPU dan tidak boleh melibatkan pihak-pihak yang dilarang ikut serta dalam kegiatan kampanye pemilu;

Pemasangan alat peraga kampanye (APK) adalah salah satu metode dari pelaksanaan kampanye pemilu. Pemasangan APK mungkin menjadi salah satu metode yang paling banyak dilakukan oleh para peserta pemilu. Namun tetap pemasangan APK harus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh KPU.

Sama halnya dengan dua metode kampanye di atas pemasangan APK juga tidak diperbolehkan dipasang di sarana tempat ibadah, Pendidikan dan fasilitas pemerintahan. Terkhusus pemasangan APK KPU Kabupaten Karawang telah mengeluarkan Keputusan KPU Kabupaten Karawang Nomor 446 tahun 2023 tentang Penetapan Lokasi Pemasangan Alat Peraga Kampanye dan Penyebaran Bahan Kampanye pada Pemilu 2024 di Wilayah Kabupaten Karawang.

Di dalam SK KPU Kabupaten Karawang tersebut lebih lanjut bukan hanya tempat ibadah, Pendidikan dan fasilitas pemerintahan yang menjadi tempat yang dilarang untuk pemasangan APK tapi ditambah sepeti Rumah sakit, stasiun kerta api, seluruh pelintasan kereta api, tiang PJU, JPO, jembatan atau flyover dan fasilitas umum milik pemerintah lainnya.

Maka dari itu Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan Klari berharap demi terwujudnya Pemilu damai, tertib dan sejuk, peserta pemilu, pelaksana kampanye dan tim kampanye untuk tertib dan taat mengikuti seluruh ketentuan mengenai pelaksanaan kampanye pemilu;

 

 

(Rls/Red)



 

 

Read other related articles

Also read other articles

© Copyright 2010 Media Jerat | All Right Reserved